Tampilkan postingan dengan label kopdar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kopdar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Agustus 2012

Puisi : #Nelangsa


Sendirian menunggu itu…
Menunggu hingga terkantuk-kantuk itu…
Terkantuk-kantuk karena kurang tidur itu...
Kurang tidur karena semalaman gigi cenat-cenut itu...
Gigi cenat-cenut tapi tidak ada obat pereda sakit itu...
Tidak ada obat pereda sakit karena emang gak dibeli itu...
Gak dibeli karena uangnya dipakai buat yang lain itu...
Uangnya sudah habis dipakai untuk beli sepatu lucu itu...
Sepatu lucu yang kayaknya bakal bikin aku makin keren itu...
Aku yang merasa harus keren untuk ketemu kamu itu...
Ketemu kamu yang ternyata sampai sekarang belum nongol itu...
Sehingga aku hanya bisa bengong sendirian menunggu itu...

Hanya satu
Nelangsa...

Rabu, 08 Agustus 2012

Flash : Curang


Aku memandang pantulan di cermin lalu menghela napas. Aku melirik arloji. Seharusnya sekarang dia sudah tiba di tempat yang kami sepakati untuk bertemu. Tapi aku malah di sini, memandangi diriku sendiri dan kepercayaan diriku langsung menguap tak bersisa. Keyakinanku lenyap.

Ponselku bergetar. Sebuah pesan singkat darinya.
’Aku sudah tiba. Aku pakai baju biru, ya. Kutunggu lho.’

Aku keluar dari toilet lalu berjalan. Mataku menatap kafe yang sudah tidak jauh dari tempatku berdiri. Dia memang ada di sana, dengan kemeja biru seperti janjinya. Begitu tampan, sedangkan aku? Aku sadar, yang kulakukan ini curang namanya. Padahal setelah sekian lama kami berjanji akan bertemu dan sekarang aku malah memilih menjadi pengecut.

Aku mengeluarkan ponselku. Setelah menimbang-nimbang akhirnya aku mulai mengetik pesan singkat membalas pesannya yang tadi, ’Maaf, baru bisa mengabari. Ibuku mendadak sakit keras tadi malam. Aku masih di rumah sakit menemaninya. Maaf, aku tidak bisa memenuhi janji.’ Lalu mengirimkannya.

Aku mengamatinya, tapi dia tidak bereaksi. Tidak juga menyentuh ponselnya. Mungkin pesanku tidak terkirim? Dan saat itu, seorang pria separuh baya tidak jauh dariku meraih ponselnya. Mungkin mengecek pesan singkat yang baru masuk.

Pandangan kami bertemu.