Tampilkan postingan dengan label pelanggan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelanggan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Agustus 2012

Flash : Sama-sama Puas


‘Pokoknya Te O Pe Be Ge Te…!!! Puasss banget!!’
‘Semua perempuan harus punya!’
‘Aku jadi lebih percaya diri…’
‘Aku merasa jadi perempuan yang paling cantik… Terima kasih!’
‘Suami makin nempel…*malu*’

Kami tersenyum membaca deretan komentar pelanggan di situs belanja online kami. Syukurlah sejauh ini mereka selalu puas dengan produk yang kami rekomendasikan.

Good job, Love!” bisik kekasihku lalu mencium pipiku. ”Ke depannya kita harus berusaha lebih keras lagi merekomendasikan produk yang lebih ok buat mereka. Dari, oleh, dan untuk perempuan.” sambungnya.
Aku mengangguk. Memeluk lengannya yang masih melingkari pundakku.
”Dan kita gak bisa buang-buang waktu.” bisiknya dan sekarang kami bertatapan. Dia berkedip lalu dengan lembut menggiringku ke luar dari ruang kerja menuju ke kamar kami.

Di ranjang yang sudah tertutup satin merah muda, aku melihatnya. Mainan baru kami yang sedang menanti untuk proses uji coba kelayakan. Aku menatapnya yang sekarang tersenyum nakal. Menariknya lalu mendaratkan ciuman ke bibirnya yang merekah.

Bayangan deretan komentar puas para pelanggan tergambar di benakku.

Sabtu, 04 Agustus 2012

Flash : Kambing Hitam


Brak!

“Kenapa bisa jadi begini?! Ini tidak sesuai dengan yang kita rencanakan!!”
”...”
”Bukankah sudah saya rincikan langkah-langkah yang harus kita ambil agar launching itu berjalan dengan sukses? Lalu kenapa bisa seperti ini?!”
”Ka... Kami sudah melakukan seperti yang bapak perintahkan, tapi...”
”Tidak mungkin! Jika semua berjalan sesuai dengan perintah saya, kita tidak akan berkumpul di sini sekarang!”
”...”
”Harus ada yang bertanggung jawab untuk kegagalan ini!”
”...”
”Klien pasti akan mencari-cari kambing hitam atas kegagalan ini. Tidak peduli bagaimana, tetap harus ada kambing hitam. Apalagi Pak Baskoro bukan klien biasa di perusahaan ini. Pertanyaannya adalah... Siapa yang bersedia menjadi kambing hitam?”
”...”

Mbeeeekk... Mbeeekkk... Mbeekkk...

”Halo, Pak Baskoro. Ya. Saya mengerti, Pak. Semua ini memang salah saya. Saya yang akan bertanggung jawab untuk semua ini...”